Inforakyat, Tanjungpinang- Tahun 2026 ini Pemko Tanjungpinang berencana melakukan pinjaman ke sejumlah Bank Daerah. Pinjaman yang direncanakan mencapai ratusan miliar rupiah akan digunakan untuk menopang keuangan daerah dan pembangunan infrastruktur.
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan rencana peminjaman dana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemko saat ini mempertimbangkan dua opsi lembaga perbankan, yakni kembali meminjam ke Bank Riau Kepri (BRK) atau menggunakan opsi baru melalui Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).
“Batas pinjaman kita Rp250 miliar, tapi tetap kita ukur penggunaannya. Maksimal Rp150 miliar atau Rp130 miliar,” kata Lis Darmansyah, kemarin (27/1/2026).
Lis menjelaskan, opsi tersebut direncanakan karena kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan. Salah satu penyebabnya adalah pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.
Selain itu, Pemko Tanjungpinang saat ini juga terbebani belanja pegawai, khususnya pembayaran gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN).
“Belanja pegawai dan rutinitasnya saja sudah hampir Rp800 miliar. Jadi pinjaman ini juga untuk mendukung manajemen kas daerah,” ujarnya.
Lis menyebutkan, dana pinjaman tersebut nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur serta mendukung sarana dan prasarana pemerintahan di Kota Tanjungpinang.
Tak hanya itu, dana pinjaman juga direncanakan untuk menyelesaikan persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah wilayah, seperti Yudowinangun dan Sri Katon.
“Kita ingin menuntaskan persoalan banjir di Yudowinangun. Selama ini terkendala karena lahan belum dibebaskan. Dana pinjaman ini juga akan digunakan untuk pembebasan lahan tersebut. (Red)
inforakyat.com Gerbang Informasi Masyarakat Kepri