Home / Aspirasi / Diselamatkan Kapal Thailand, Heru ABK Kapal MV Cheng Wai Yip Asal Tanjungpinang Yang Tenggelam di Laut China Kini Diduga Ditelantarkan PT Pelnas Putri Ayu Jaya
Oplus_0

Diselamatkan Kapal Thailand, Heru ABK Kapal MV Cheng Wai Yip Asal Tanjungpinang Yang Tenggelam di Laut China Kini Diduga Ditelantarkan PT Pelnas Putri Ayu Jaya

Inforakyat, Tanjungpinang- Heru Partiman ABK kapal MV Cheng Wai Yip asal Tanjungpinang Provinsi Kepri yang terombang ambing di laut lepas selama 3 hari akibat tenggelamnya kapal yang ditumpanginya di laut China beberapa bulan lalu kini hidup terkatung katung menanti tanggung jawab perusahaan tempat ia bekerja di MV Cheng Wai Yip Yakni PT. Pelayaran Nasional Putri Ayu Jaya.

Heru kepada media ini menceritakan awal hidupnya kini terkatung katung menanti nasib dan tanggungjawab PT Pelayaran Nasional (Pelnas) Putri Ayu Jaya, dimulai dari Tanggal 12 Maret saat kapal MV Cheng Wai Yip berlayar dari Hongkong menuju Ambon lalu pada Tanggal 14 Maret Pukul 05.00 Pagi waktu Hongkong kapal yang ditumpanginya tenggelam dan ia terombang ambing di laut lepas selama 3 hari dengan menaiki Life Rafts sampai ditemukan oleh Kapal asing berbendera Thailand dan di bawa ke Vietnam untuk diserahkan ke Border Army atau tentara perbatasan.

“Begitu kronologisnya bang kami ada 8 orang ABK di kapal tersebut, 7 Orang meninggal Dunia dan hanya saya yang bertahan hidup. Kapal berbendara Thailand yang menyelamatkan saya tersebut membawa saya ke Vietnam. Di Vietnam saya tinggal selama 2 Minggu di Border Amry menjalani perawatan. Dan ketika menjalani perawatan selama dua minggu saya minta ke perusahaan agar saya didampingi di Vietnam karena kondisi saya yang masih sangat parah namun pihak perusahaan tidak bersedia meskipun sudah dihubungi oleh kedutaan. Dan setelah itu, Tanggal 4 April 2026 saya kembali ke Indonesia dengan tujuan Jakarta dan Tanggal 5 ke Tanjungpinang dan hanya dijemput pak Eko Prihantanto Direktur PT Pelayaran Nasional Putri Ayu Jaya di bandara Tanjungpinang,” jelas Heru, Rabu (26/8/2026).

Poto Bukti Luka Luka Heru akibat Terombang ambing 3 hari di laut lepas usai kapal tenggelam

Seiring waktu usai kejadian tersebut, Heru menyampaikan ke pihak Perusahaan agar bertanggung jawab dan mengganti semua barang-barang atau dokumen penting miliknya yang ikut tenggelam bersama kapal yang ditumpanginya seperti buku pelaut dan sejumlah sertifikat terbitan luar negeri yang sangat penting bagi dia. Namun hingga 5 Bulan lebih semenjak kejadian tersebut, pihak perusahaan menurut Heru belum menunjukkan itikad baik guna mengganti kerugiannya.

“Tidak hanya tidak mau mengganti barang barang atau dokumen penting saya bang, perusahaan juga tidak lagi membayar hak saya yakni gaji saya sejak dari Bulan Mei hingga kini, padahal setelah kejadian tersebut status saya masih pekerja di perusahaan tersebut karena sampai saat ini saya tidak pernah menerima surat PHK atau sejenisnya,” terang Heru.

Heru mengaku setelah tidak ada itikad baik dari perusahaan tempat dia bekerja, ia lalu membawa persoalan tersebut ke Disnaker Tanjungpinang dan telah dilakukan mediasi, namun dalam mediasi tersebut, pihak perusahaan tetap tidak bersedia mengganti semua kerugiannya termasuk biaya penggantian sejumlah sertifikat pelayaran terbitan luar negeri miliknya.

“Mediasi di Disnaker, perusahaan hanya mau memberikan dua bulan Gaji tanpa mau mengganti biaya pengurusan dokumen dokumen penting yang saya punya yang ikut tenggelam bersama kapal tersebut,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Heru yang kini masih merasakan trauma mendalam dengan sejumlah luka luka dan tekanan batin akibat kejadian tenggelamnya kapal tempat dia bekerja berharap agar Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Tanjungpinang agar mendesak PT Pelayaran Nasional agar bertanggung jawab secara penuh atas kondisi yang dialami pekerjanya.

Berita ini masih memerlukan tanggapan pihak terkait. (Red)

About Redaksi

Check Also

Membanggakan Keluarga, Nindy Harsita Anak Tukang Ojek Pangkalan Jadi Paskibra HUT RI ke 81 di Provinsi Kepri

Inforakyat, Tanjungpinang- Nindy Harsita Putri (16), salah satu siswa SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Kepulauan Riau, …