Home / Aspirasi / Warga Pertanyakan Keberanian Polres Bintan Hingga Polda Kepri Tertibkan Tambang Pasir Diduga Ilegal di Bintan

Warga Pertanyakan Keberanian Polres Bintan Hingga Polda Kepri Tertibkan Tambang Pasir Diduga Ilegal di Bintan

Inforakyat, Bintan- Aparat Penegak Hukum Kepolisian Daerah Bintan dan Kepulauan Riau (Polda Kepri) dinilai tidak mampu menertibkan Tambang pasir diduga ilegal di Kabupaten Bintan. Pasalnya, hingga saat ini sejak mulai beroperasinya tambang pasir diduga ilegal tersebut, para mafia tambang pasir tersebut bukannya berhenti, melainkan semakin menggila mengeruk pasir meski belum mengantongi izin.

Meski masyarakat hingga media sudah melaporkan bahkan merilis lokasi tambang pasir tersebut kepada Polres Bintan dan Polda Kepri, namun masing masing humas kedua kepolisian daerah dan resort tersebut memilih bungkam.

Bahkan salah satu warga mengungkapkan keheranannya atas kinerja Polres Bintan sebagai penegak hukum di wilayah Kabupaten Bintan yang dinilai membiarkan para mafia penambang pasir bebas mengeruk pasir bumi bintan meski tidak ada izin resmi.

“Kami heran kok Polres Bintan membiarkan para penambang pasir di Teluk Bakau ini bebas beroperasi, apakah sudah ada izin atau tidak?. Jelas jelas disitu ada alat berat hingga puluhan lori setiap hari lalu lalang mengangkut pasir, kenapa tidak berani menutup?. Ada apa dengan Polres Bintan? Apakah mereka takut dengan mafia atau bos tambang pasir itu, sebab informasi yang kami dapat mereka belum ada izin resmi?” tanya salah satu warga Bintan yang di temui tim media ini, Jumat (25/9/2026).

Padahal, kata warga bernama Erik tersebut, akibat semakin maraknya tambang pasir tersebut, hutan atau alam telah rusak parah. Sehingga kalau tidak segera di tertibkan akan semakin merusak alam dan lingkungan sekitar.

“Itukan di dalam hutan itu sudah gundul, banyak kubungan besar bekas galian pasir. Ini kalau tidak segera di tertibkan oleh aparat atau pemerintah, maka kita tinggal menunggu bencana alam saja. Padahal Kapolres sebelumnya pernah dengan berani merazia dan bahkan menutup tambang tambang pasir ilegal. Kok yang sekarang kayak tidak mampu,” ungkapnya penuh harap Polres Bintan segera bertindak.

Sementara itu, dari hasil penelusuran tim media ini di Teluk Bakau dan Kawal Darat, terlihat sejumlah alat berat Kobe sedang aktif melakukan pengerukan pasir untuk selanjutnya mengisi ke puluhan lori yang sedang antri menunggu giliran.

Guna pendalaman informasi terkait semakin maraknya aktivitas tambang pasir diduga ilegal di Bintan, media inipun melakukan upaya permintaan tanggapan kepada penegak hukum setempat baik, Polres Bintan maupun Polda Kepri.

Namun baik Polres Bintan maupun Polda Kepri sebagai aparat berwenang di wilayah hukum Kepri hanya menjawab sekenanya saja, seperti, baik, terimakasih infonya, namun tidak ada tindak lanjut penertiban tambang pasir diduga ilegal tersebut.

Humas Polres Bintan misalnya, AKP Panusunan Bako, kepada media ini, Selasa lalu, AKP Panusunan hanya mengatakan akan segera mengecek informasi tersebut, namun ketika ditanya lebih lanjut apa hasil pengecekan Polres Bintan, AKP Panusunan malah memilih bungkam.

Hal yang sama juga ketika media ini melakukan upaya perimbangan informasi lebih lanjut kepada Kasatreskrim hingga Kapolres Bintan. Namun kedua petinggi terkait di Polres Bintan tersebut lebih memilih bungkam dan diduga sekan tidak peduli.

Begitu juga dengan Polda Kepri, ketika media ini melakukan permintaan tanggapan adanya tambang pasir diduga ilegal kembali beroperasi di wilayah hukum Polda Kepri, Kasubbid Penmas Polda Kepri Kompol Suwitnyo dan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei hanya menjawab, siap dan terimakasih infonya, dan mengatakan akan melakukan koordinasi, namun hingga beberapa hari berselang dari tanggapan Kabid Humas tersebut, Tambang Pasir diduga ilegal bukannya berhenti, namun semakin menggila. (Red)

About Redaksi

Check Also

Aneh, Polres Bintan Tidak Tahu Tambang Pasir Diduga Ilegal Kembali Beroperasi

Inforakyat, Bintan- Adalah aneh ketika Aparat Penegak Hukum (Polres) di suatu wilayah tidak mengetahui adanya …