Astakona adalah tempat meletakkan nasi besar(pulut kuning) bunga telur pada saat pernikahan orang melayu. Saat ini kita jumpai ada beberapa model yang dibuat orang. Setiap mode Astakona itu berbagai pula penyebutannya. Di Lingga menyebutnya skone, di Batam dan Penyengat menyebutnya nasi besar. Di Natuna menyebutnya taba. Bentuknya bermacam pula. Di Lingga selalu dibuat di atas Pahar atau talam berkaki. Di Penyengat terbuat dari kayu bertingkat bersegi delapan. Di Natuna dibuat dari kayu bertingkat dan persegi empat. Jika merujuk pada manuskrip yang ada, astakona telah dipakai sejak zaman dahulu di lingkungan Kerajaan RiauLingga. Tempat bunga telur ini perkirakan telah ada sejak tahun 1806 M. Astakona ini telah disebutkan dalam syair Perjalanan Engku Putri ke Lingga yang dikarang oleh Raja Ahmad Engku haji Tua, yang selesai ditulis pada tahun 1835 tersebut
Home / Disbudpar Tanjungpinang Usulkan Astakonah, Pijak Tanah Mekah, dan Aqiqahan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Tahun 2025 / 0a2f8011-c49b-4a9f-ab3c-c2e2ad081f42_20250523_8553028754432643316
Check Also
BP Batam Hadiri Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P2SP, Wujud Komitmen Benahi Permasalahan Investasi
Inforakyat,Jakarta- Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri …
inforakyat.com Gerbang Informasi Masyarakat Kepri
