Inforakyat, Tanjungpinang- Pemko Tanjungpinang melalui Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, tahun ini kembali membangun lima Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara bersama atau komunal.
Pembangunan saluran sanitasi ini bertujuan menciptakan sebuah sistem limbah rumah tangga yang baik, agar dapat menghasilkan pola hidup bersih di kalangan masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menuturkan, IPAL akan dibangun satu titik di Kelurahan Tanjung Ayun Sakit, dua titik di Kelurahan Tanjungunggat dan dua titik lagi Kelurahan Kampung Bugis.
Dituturkannya, ini bukan pekerjaan baru karena di beberapa kawasan di Tanjungpinang sudah dilaksanakan. Salah satunya di Kampung Bugis dan beberapa kawasan lainnya.
Tahun ini kembali dilaksanakan di kawasan berbeda tujuannya seluruh warga memiliki lingkungan yang bersih, sehat dan aman.
Selain itu, ia menuturkan, pembangunan sanitasi bukan hanya di kawasan pesisir namun juga ada darat padat penduduk. Salah satu contohnya sudah dilaksanakan di Kampung Baru.
Terkait sumber pendanaan, ia menuturkan dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Pengelolaannya secara swadaya dengan dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Masyarakat memiliki peranan penting di awal pembangunan. Yaitu KSM dibentuk ikut merencanakan, melaksanakan, mengawasi kegiatan pembangunan.
Kepala Bidang Cipta Karya (CK) Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Dessy menuturkan, anggaran pembangunan sarana di lima titik tersebut senilai Rp2,5 miliar.
Masing-masing titik diperkirakan biayanya senilai Rp550 juta.
Satu sarana IPAL tersebut terdiri dari maksimal 50 Kartu Keluarga (KK). Diperkirakan sekitar 250 KK nantinya sudah memiliki sanitasi lebih layak dari sebelumnya.
Dituturkannya, pelaksanaan ini bekerjasama dengan masyarakat setempat. Tujuannya, menyediakan sanitasi yang layak bagi warga.
Serta terpenting, limbah yang dikeluarkan ke lingkungan sudah aman atau tak menimbulkan penyakit serta kerusakan lingkungan jangka panjang.
”Melalui pembangunan ini, kotoran tinja atau bentuk cairan dari WC masyarakat sudah tidak mencemari lagi. Air yang dikeluarkan dari pengelolaannya sudah aman di lingkungan laut maupun pemukiman darat padat penduduk,” tuturnya, Selasa (16/6).
Ia menuturkan, bila hasil pengelolaan limbah tersebut dialirkan ke drianse pun sudah tak menimbulkan pencemaran lingkungan. Sehingga kesehatan warga tetap terjaga.
“Jadi ada kelompok dibentuk untuk perencanaan dan pembangunan, setelah itu bentuk lagi kelompok yang merawat dan mengelola sarana dibuat,” tuturnya.
Zulhidayat menambahkan, secara bertahap, pemerintah akan terus berupaya membangun IPAL komunal di lingkungan masyarakat padat penduduk yang akan digunakan bersama.
Terkait pembangunan, ia menuturkan sedang proses pelaksanaan di beberapa titik tersebut. (Advertorial)