Home / KEPRI / Amankan Perairan Kepri, Danlantamal IV Tanjungpinang Sosialisasi Dan Pressuring Ke Masyarakat

Amankan Perairan Kepri, Danlantamal IV Tanjungpinang Sosialisasi Dan Pressuring Ke Masyarakat

Inforakyat, Tanjungpinang– Usai berhasil menekan tingkat kejahatan di wilayah perairan Kepri, khususnya di Selat Malaka hingga pada titik nol. Kini Lantamal IV Tanjungpinang melalui tim Western Fleet Quick Response (WFQR) memiliki tugas lain yakni, sosialisasi dan pressuring untuk memberdayakan masyarakat pesisir.

“Tugas kita selanjutnya, yakni sosialisasi dan pressuring serta pemberdayaan kepada masyarakat pesisir,” kata Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S.Irawan, Sabtu, (19/3).

Irawan mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung di Tanjung Batu Kepulauan Riau dan dipimpin oleh Paurlid Sintel Lanal Tanjung Balai Karimun, Letda Laut Panca. sosialisasi dan pressuring terhadap komunitas nelayan Tanjung Batu tersebut, bertujuan memberikan pemahaman hukum, batas wilayah, pelestarian lingkungan dan navigasi untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan ilegal.

“Sosialisasi ini perlu kita lakukan, agar masyarakat mengetahui hukum yang berlaku, batas wilayah, pelestarian lingkungan serta navigasi agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan illegal seperti, kejahatan dan kekerasan dilaut karena hal ini sangat merugikan kapal-kapal pengguna jalur laut khususnya Selat Malaka dan dapat mencoreng nama bangsa Indonesia dimata dunia Internasional,” paparnya.

Irawan menjelaskan, dalam sosialisasi ini, WFQR IV Tim-I Kejahatan dan Kekerasan Laut (Jatanrasla) akan mendata perahu-perahu pancung dan memberikan tanda cat khusus serta nomor pada lambung perahu masyarakat dengan tujuan, memudahkan identifikasi kepemilikan boat pancung tersebut.

“Ini juga penting, karena disinyalir para pelaku tindak kejahatan dilaut khususnya diwilayah perairan Kepri selalu menggunakan sarana boat pancung untuk melakukan tindak kejahatan dilaut,” ujarnya.

Hal yang sama juga akan dilakukan tim tersebut di Batam, yakni berbaur langsung dengan masyarakat dan memberikan sosialisasi dan pressuring kepada tekong boat pancung di Pulau Belakang Padang.

“Tim Jatanrasla WFQR IV ini akan mengadakan pendekatan kepada sejumlah Tokoh Masyarakat agar terus menjaga dan mempertahankan situasi perairan Kepri khususnya Selat Malaka, agar tidak lagi turun kelaut melakukan kegiatan kejahatan dan kegiatan illegal lainya,” kata Irawan.

Selain itu, Irawan juga mengakui, saat ini pihaknya sedang mencari formulasi yang tepat untuk bekerjasama dengan jajaran Pemerintah daerah setempat yang ada diseluruh wilayah Kepri untuk bersama-sama memberdayakan masyarakat yang bermukim dipesisir.

“Selain untuk pemahaman agar tidak melalukan tindak kejahatan atau kegiatan ilegal di laut, kita juga ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir sehingga tidak ada kesenjangan sosial. Dan tentunya ini merupakan tugas semua komponen stake holder yang ada di Kepri,” ungkapnya. Maruli

About Redaksi

Check Also

Triwulan I 2024, Industri Mesin dan Elektronik Dominasi Realisasi PMA di Batam

Inforakyat, Batam- Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Batam tumbuh positif sepanjang Triwulan I Tahun …

Tinggalkan Balasan