Home / KEPRI / Dualisme Kepemimpinan BP Batam Hambat Investor Asal Singapura

Dualisme Kepemimpinan BP Batam Hambat Investor Asal Singapura

Inforakyat, Tanjungpinang- Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya mengatakan, salah satu keengganan investor Singapura berinvestasi di Kepri, yakni adanya dualisme kepemimpinan BP Batam.

“Kita sama-sama tahu bahwa Singapura merupakan investor terbesar untuk Indonesia lima tahun terakhir ini tak terkecuali untuk Kepri. Namun dengan adanya dualisme kepemimpinan di Badan Pengusahaan Batam membuat investor enggan berinvestasi,” kata Swajaya, Kamis (17/3).

Swajaya mengatakan, dengan status BP Batam yang sebelumnya masih terdapat dualisme kepemimpinan sangat mempengaruhi minat investor untuk berinvestasi di Kepri. “Kita tidak pungkiri hal itu. Dan memang itulah salah satu keluhan investor di Singapura,” ucapnya.

Dengan telah diputuskannya status BP Batam yang diambil alih pemerintah pusat, Swajaya berharap bisa meningkatkan minat investor asing asal Singapura untuk berinvestasi di Kepri dalam pengembangan sektor wisata dan investasi.

“KBRI untuk Singapura akan berusaha keras mensosialisasikan keberadaan BP Batam yang diambil alih pusat kepada para investor, serta kemudahan-kemudahan berinvestasi di Kepri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, KBRI akan siap memfasilitasi kerjasama pengembangan investasi Kepri dengan Singapura. “Tidak hanya pengusaha asal Singapura, pengusah-pengusaha asal negara lain yang ada di Singapura akan kami fasilitasi juga untuk berinvestasi di Kepri,” kata Swajaya.

Swajaya juga menjelaskan, setelah adanya instruksi Presiden untuk mensosialisasikan keberadaan BP Batam sekarang, pihak investor asing sangat menyambut positif keputusan tersebut dan membuka peluang lebih banyak untuk berinvestasi.

Selain masalah BP Batam, hal lain yang turut mempengaruhi minat investor yakni, demo buruh yang sering terjadi. Untuk itu ia berharap pemerintah daerah bisa menata ruang untuk melakukan unjuk rasa. “Sehingga dengan begitu, kepastian bagi investor dan tenagakerja bisa terjamin,” ungkapnya. Maruli

About Redaksi

Check Also

Proyek Senilai Rp 5 Miliar Dimenangkan Oleh CV Yang Masuk Daftar Hitam, JPKP Duga Ada Permainan Under Table dan Mal Administrasi

Inforakyat, Tanjungpinang- Dugaan Mal Administrasi proyek Penataan Kawasan Pusaka di Kota Tanjungpinang bernilai Rp5.000.000.000,00. Telah …

Tinggalkan Balasan