Home / KEPRI / Nasib Basecamp Cafe Tanjungpinang Tergantung Walikota

Nasib Basecamp Cafe Tanjungpinang Tergantung Walikota

Inforakyat, Tanjungpinang- Penyajian even bertajuk Back To School Party yang menggunakan atribut seragam sekolah yang di gelar Basecamp Cafe Tanjungpinang sempat membuat geger masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya dunia pendidikan. Kini kasus tersebut sudah mulai reda. Pasalnya keberadaan Basecamp Cafe tetap beroperasi atau tidak sesuai tuntutan warga dan Ormas yang menyatakan harus tutup, tergantung keputusan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah.

“Semua akan kami laporkan ke Pak Walikota. Apakah akan ditutup seperti tuntutan dan masukan Ormas. Disini kami hanya menerima masukan, kami juga sudah melakukan penyelidikan melalui PPNS Kota Tanjungpinang,” kata Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang, Irianto usai menggelar pertemuan antara pemilik Basecamp dan perwakilan Ormas di Gedung Arsip Daerah Kota Tanjungpinang, Kamis (20/10).

Menurut Irianto, Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) tidak bisa semena-mena melakukan tindakan penutupan Basecamp Cafe sesuai tuntutan Ormas.

“Semua ada aturannya. Kami akan melakukan upaya melalui jalur yang sudah ditentukan sesuai aturan operasional yakni surat perintah Walikota. Apa yang menjadi tuntutan dan hasil penyelidikan akan kami sampaikan ke Walikota” ucapnya.

Koordinator Solidaritas Anti Arogansi Dan Miras (SAAM) Tanjungpinang Baharuddin mengatakan, meski pemilik Basecamp Cafe sudah meminta maaf pada masyarakat, namun untuk upaya hukum akan tetap dilanjutkan dan diserahkan ke Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Secara manusiawi kita terima permohonan maaf dari pihak Basecamp. Namun Secara hukum kita serahkan sepenuhnya pada pihak Pemko Tanjungpinang,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik Basecamp Cafe, Santos mengatakan, menerima apapun keputusan Walikota Tanjungpinang nantinya.

“Kita lihat saja nanti. Apapun hasil keputusan dari Pemko Tanjungpinang, kita akan terima,” singkatnya.

About Redaksi

Check Also

Proyek Senilai Rp 5 Miliar Dimenangkan Oleh CV Yang Masuk Daftar Hitam, JPKP Duga Ada Permainan Under Table dan Mal Administrasi

Inforakyat, Tanjungpinang- Dugaan Mal Administrasi proyek Penataan Kawasan Pusaka di Kota Tanjungpinang bernilai Rp5.000.000.000,00. Telah …

Tinggalkan Balasan