Home / KEPRI / Sekda Kepri Sebut Hibah UMRAH Tidak Bermasalah Bila Dicairkan

Sekda Kepri Sebut Hibah UMRAH Tidak Bermasalah Bila Dicairkan

Inforakyat, Tanjungpinang- Polemik pencairan dana hiba untuk Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) hingga kini terus bergulir. Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kepri Reni Yusneli menegaskan dana hibah tersebut tidak bermasalah jika dicairkan.

“Dalam rapat terakhir, sudah dijelaskan oleh Inspektorat bahwa pencairan dana hibah tidak bermasalah, karena melalui proses yang benar,” kata Reni, Selasa (6/9).

Reni juga mengaku tidak mengetahui kenapa sampai sekarang Kepala Dinas Pendidikan Kepri Yatim Mustafa belum menandatangani surat rekomendasi dana hibah tersebut.

“Kami juga sudah meminta bantuan pihak kejaksaan untuk menganalisasi secara hukum dana hibah tersebut. Sampai sekarang kami belum mendapat hasil analisanya,” katanya.

Sebelumnya, untuk mengetahui persoalan hingga pihak Disdik Kepri masih menahan dana tersebut, perwakilan UMRAH melakukan pertemuan dengan Yatim Mustafa di Kantor Disdik, Yatim Mustafa menegaskan tidak ada niat untuk menghambat dana hibah tersebut.

Namun, sampai sekarang Yatim tidak berani menandatangani dana hibah itu karena takut melanggar hukum. Pasalnya, kata dia, bukan hanya UMRAH yang belum ditandatangani naskah perjanjian hibah daerah, melainkan kampus lainnya.

“Rekomendasi dapat diberikan bila ada keyakinan tidak menimbulkan permasalahan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Solidaritas dan Staf UMRAH, Harzan Syah, mengatakan sekitar 100 dosen dan staf Universitas Maritim Raja Ali Haji UMRAH (UMRAH) Tanjungpinang akan menggelar aksi besok Kamis (8/9) unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kepri lantaran dana hibah sebesar Rp15 miliar belum dapat dicairkan.

Dia mengatakan aksi terpaksa dilakukan lantaran upaya audiensi di Kantor Dinas Pendidikan Kepri tidak ditemukan titik terang.

“Aksi ini keinginan bersama yang tidak dapat ditahan, karena tunjangan mereka yang bersumber dari dana hibah itu belum dicairkan sejak November 2015,” ujarnya.

Ia menegaskan aksi unjuk rasa sebagai akumulasi kekecewaan para dosen dan staf UMRAH yang hampir setahun bersabar menunggu dana hibah itu dicairkan.

Kini mereka tidak dapat bersabar lagi karena tunjangan tersebut dibutuhkan untuk menambah pendapatan keluarga. “Ini persoalan ‘perut’ yang tidak dapat dicegah,” katanya.

About Redaksi

Check Also

Triwulan I 2024, Industri Mesin dan Elektronik Dominasi Realisasi PMA di Batam

Inforakyat, Batam- Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Batam tumbuh positif sepanjang Triwulan I Tahun …

Tinggalkan Balasan