Inforakyat, Bintan- Aktivitas Tambang Pasir diduga ilegal di Kabupaten Bintan kembali beroperasi di sejumlah titik setelah sebelumnya di razia dan di tertibkan oleh Polres Bintan bersama Komisi III DPRD Kepri.
Kini aktivitas tambang pasir yang pernah di razia dan di tertibkan tersebut kembali beroperasi meski diduga masih belum memiliki izin.
Sementara itu, Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bhawana ketika dikonfirmasi awak media ini belum memberikan tanggapan terkait informasi yang menyebutkan bahwa aktivitas tambang pasir diduga ilegal yang sudah berulang kali di razia dan di tertibkan tersebut kembali bebas beroperasi.
Bungkamnya Kepala Kepolisian Bintan ini ketika dikonfirmasi memunculkan dugaan dugaan negatif terkait kinerja dan pengawasan aparat kepolisian setempat. Termasuk dugaan adanya koordinasi yang kuat.
Hal yang sama juga ketika media ini melakukan upaya konfirmasi permintaan tanggapan kepada Bupati Bintan Roby Kurniawan terkait kembali beroperasinya tambang pasir diduga ilegal di Kabupaten Bintan, Roby memilih tidak merespon alias bungkam. Sehingga memunculkan dugaan adanya koordinasi yang kuat antara Mafia Tambang Pasir ilegal dengan Pemkab.
Modus Pengusaha Tambang Pasir Diduga Ilegal Masih Sama, Berikan Dana Koordinasi ke sejumlah Pihak, Aktivitas Keruk Pasir Pun Lancar
Meski diduga ilegal karena tidak mengantongi izin resmi, aktivitas pengerukan pasir tersebut kini kembali bebas beroperasi tanpa hambatan. Sebab diduga modus pengusaha tambang pasir diduga ilegal tersebut agar bisa lancar beroperasi rela mengucurkan dana dalam jumlah besar sebagai bentuk koordinasi ke sejumlah oknum termasuk wartawan.
Dari pengakuan salah satu orang yang di percaya oleh oknum pengusaha tambang pasir diduga ilegal yang berprofesi sebagai wartawan mengatakan bahwa ia diberikan sejumlah uang untuk didistribusikan ke sejumlah wartawan agar aktivitas pengerukan tambang pasir diduga ilegal tersebut tidak di beritakan.
“Ya untuk kawan kawan media juga. Bos suruh saya hubungi kawan kawan untuk diberikan jatah dengan jumlah bervariasi sebagai bentuk koordinasi agar tambang pasir bisa berjalan, dan tidak diberitakan di media,” ucap oknum wartawan kepercayaan pengusaha tambang pasir diduga ilegal tersebut kepada media ini beberapa hari lalu.
Dengan adanya informasi tersebut, media ini pun mencoba menggali informasi dari pihak pihak terkait, termasuk Polres Bintan dan Pemkab. Namun, baik Kapolres Bintan maupun Humas Polres Bintan lebih memilih bungkam ketika dimintai tanggapannya oleh awak media ini. (Red)
inforakyat.com Gerbang Informasi Masyarakat Kepri