Home / KEPRI / Energi Terbarukan Solusi Kelistrikan Pulau Bintan

Energi Terbarukan Solusi Kelistrikan Pulau Bintan

Inforakyat, Tanjungpinang- Permasalahan listrik di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) untuk saat ini relatif dapat diselesaikan, namun peningkatan kebutuhan yang semakin besar perlu diatasi dengan mengembangkan teknologi energi terbarukan.

Pengamat kelistrikan Muhammad Mujahidin dalam seminar bertema “Permasalahan dan Solusi Kelistrikan Untuk Kepentingan Pembangunan Daerah”, di aula MAN Tanjungpinang, mengatakan energi listrik semakin lama dalam posisi tertekan karena kebutuhan listrik selalu meningkat, karena itu perlu pengoptimalan energi listrik.

“Sumber energi listrik dari bahan tambang semakin lama akan habis jika dipergunakan. Dalam kondisi itu, listrik akan mengalami defisit bila tidak ada bahan bakar,” ujarnya, Sabtu (29/10).

Untuk mengatasi itu, kata Mujahidin jalan satu-satunya yang harus dilakukan yakni memanfaatkan energi terbarukan dengan teknologi yang memadai.

“Percaya atau tidak saat ini energi listrik mengalami posisi tertekan karena semakin lama semakin banyak kebutuhan. Sumber energi listrik pun akan semakin menipis jika tidak menggunakan energi terbarukan,” katanya di hadapan sekitar 150 orang mahasiswa.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjutnya perlu diciptakan energi terbarukan lainnya untuk mengimbangi penggunaan energi listrik yang tinggi tersebut.

“Energi terbarukan berasal dari proses alam yang berkelanjutan seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi dan panas bumi,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Pembangkitan PLN Tanjungpinang, Yanuar Budi, mengatakan interkoneksi Batam-Pulau Bintan membuahkan hasil positif. Daya listrik yang disalurkan melalui lima gardu induk mencapai 180 MW, melebihi kebutuhan.

“Kami memiliki visi menciptakan Kepri terang-benderang,” ujarnya dalam seminar yang diselenggarakan Komunitas Bakti Bangsa.

Proyek interkoneksi itu, kata dia bagian dari pelaksanaan kebijakan menerangi provinsi perbatasan. 

“Sesuai dengan program  Presiden Joko Widodo yang membangun pembangkit listrik dengan daya 35000 MW untuk dapat memberikan pemenuhan energi listrik di seluruh Indonesia, khususnya di daerah perbatasan,” ujar Budi.

Dia menjelaskan PLN juga meningkatkan kapasitas pemenuhan energi listrik baik itu melalui perubahan pengoperasian jam pelayanan, investasi mesin, peningkatan pengadaan mesin dan percepatan penuntasan program pembangkit di wilayah perbatasan.

“Dalam pembangunan interkoneksi ini juga langsung diawasi oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepri, yang mana kejati sendiri sebagai penengah dan pengawas dari berbagai kebijakan dalam menyangkut berbagai persoalan yang menghambat,” ujarnya.

About Redaksi

Check Also

Triwulan I 2024, Industri Mesin dan Elektronik Dominasi Realisasi PMA di Batam

Inforakyat, Batam- Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Batam tumbuh positif sepanjang Triwulan I Tahun …

Tinggalkan Balasan