Home / KEPRI / Ketua DPRD Kepri Nilai Tim Pansel Sekda Tidak Profesional

Ketua DPRD Kepri Nilai Tim Pansel Sekda Tidak Profesional

Inforakyat, Tanjungpinang- Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan, sampai saat ini pendaftaran seleksi terbuka pimpinan tinggi madya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri sepi peminat.

“Saya menilai sepinya pelamar ini disebabkan adanya persyaratan rumit dari panitia seleksi (Pansel) pemilihan Sekda,” kata Jumaga, Minggu (14/8).

Tak hanya rumit, Jumaga menduga beberapa persyaratan yang dibuat sudah mengarah kepada figur tertentu. Misalnya saja syarat pendidikan diutamakan strata tiga (S3) atau orang yang telah mengikuti Pendidikan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat I (satu).

“Saya menduga syarat ini sengaja dibuat agar mengarah kesatu figur berdasarkan keinginan atau pesanan seseorang,” ujarnya.

Menurut Jumaga, tim Pansel seharusnya membuat persyaratan yang sifatnya umum saja sesuai dengan Permen PAN dan RB no 13 tahun 2014. Dalam Permen tersebut syarat pimpinan tinggi madya adalah pendidikan minimal S1, memiliki pangkat terakhir IV/c (pembina utama muda ) minimal dua tahun dan menjabat pimpinan tinggi pratama akumulatif sekurang-kurangnya lima tahun.

Ia juga menambahkan, syarat lainnya adalah calon harus telah mengikuti DiklatPim II. Dengan menambah persyaratan, Ia memprediksi kepala SKPD yang berminat akan mengurungkan niatnya.

“Kami ingin semua pejabat terbaik kita ikut seleksi. Dengan begitu, kita bisa mendapat banyak pilihan. Tidak sedikit dan minim seperti sekarang,” tegasnya lagi.

Selain beberapa persyaratan yang dibuat diluar ketentuan umum, Politisi PDI Perjuangan ini juga menilai bahwa beberapa persyaratan dibuat rumit. Berdasarkan informasi dari sekretariat pansel di BKD, ijasah calon harus dilegalisir dan bertandatangan basah.

“Semua PNS dan Pejabat tidak mungkin menggunakan ijasah palsu. Kemarin kita sudah melakukan pendataan ulang pegawai negeri sipil (PUPNS) nasional. Ini kan berarti calon dibuat bekerja dua kali,” paparnya.

Atas dasar itulah, Ia khawatir hingga batas akhir penutupan pendaftaran nanti, hanya beberapa orang pejabat saja yang mendaftar. “Untuk itu, Saya meminta kepada pansel untuk meninjau kembali persyaratan tersebut,” tutupnya.

About Redaksi

Check Also

Triwulan I 2024, Industri Mesin dan Elektronik Dominasi Realisasi PMA di Batam

Inforakyat, Batam- Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Batam tumbuh positif sepanjang Triwulan I Tahun …

Tinggalkan Balasan