Home / KEPRI / BPS Kepri Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2016
Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Vestibulum tortor quam, feugiat vitae, ultricies eget, tempor sit amet, ante. Donec eu libero sit amet quam egestas semper. Aenean ultricies mi vitae est. Mauris placerat eleifend leo.

BPS Kepri Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2016

 Inforakyat, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri siap mensukseskan Sensus Ekonomi 2016. Kesiapan tersebut ditandai dengan menurunkan sebanyak 3.239 petugas sensus untuk mendata seluruh pelaku usaha non-pertanian  yang ada di tujuh kabupaten/kota di Kepri mulai tanggal 1-31 Mei 2016.
Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutauruk mengatakan untuk mensukseskan pendataan tersebut, BPS Kepri akan menempatkan petugas-petugasnya di tujuh kabupaten/kota yakni, Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna.
 “Petugas yang kami tempatkan di Kota Tanjungpinang sebanyak 402 petugas sensus, Kota Batam sebanyak 2.084 petugas, Kabupaten Bintan sebanyak 231 petugas, Karimun sebanyak 265 petugas, Natuna sebanyak 104 petugas, Kabupaten Lingga sebanyak 99 petugas dan di Kabupaten Anambas sebanyak 54 petugas. Petugas ini terdiri dari Petugas Pencacah maupun Petugas Pengawas,” kata Dumangar, Jumat (18/3/2016).
 Dumagar juga mengatakan, seluruh petugas-petugas Sensus Ekonomi 2016 ini akan mengadakan pelatihan yang akan dimulai dari tanggal 23 Maret 2016 yang dimulai dari Kota Batam dan di bagi beberapa kelompok diseluruh kota dan kabupaten.
“Kita sudah siapkan 3.239 petugas, dan dari jumlah tersebut kita juga sudah membuat stok cadangan petugas kerena siapa tahu nanti ada yang gagal  dan kita akan mengevaluasi dan mengambil petugas yang berkualitas,” ujarnya.
 Untuk kesuksesan Sensus Ekonomi tersebut, Dumagar juga menghimbau kepada seluruh pengusaha untuk menerima petugas-petugas  yang akan‎ datang dan memberikan data-data yang benar. Pasalnya, data tersebut merupakan potret atau kondisi dari pembangunan dan kondisi perekenomian di Provinsi Kepri.
“Seluruh pelaku usaha tidak perlu takut karena kami tidak ada kaitanya dengan pungutan pajak dan pungutan biaya dari petugas. Yang kami minta adalah data yang ada di setiap pelaku usaha, karena itu yang sangat kami harapkan untuk dapat melihat kondisi potret perekonomian di daerah masing-masing,” ungkapnya. Maruli

About Redaksi

Check Also

Jaksa Masuk Sekolah Sosialisasikan Bahaya Judi Online

Inforakyat, Tanjungpinang- Dalam rangka pembentukan Revolusi Mental Karakter Anak Bangsa di Bidang Pendidikan untuk mewujudkan …

Tinggalkan Balasan